Showing posts with label Tugas. Show all posts
Showing posts with label Tugas. Show all posts

Sunday, April 1, 2018

Manajemen Layanan IT (Menurut ITIL)

Nama   : Fahrur Rosi
Nim     : 160411100042
Kelas   : Tata Kelola Informasi (IT Governance) C

ITIL merupakan merek dagang yang terdaftar di Office of Government Commerce (OGC) Inggris, sejarah awal ITIL diterbitkan sekitar tahun 1989 dan 1995 oleh Her Majesty’s Stationery Office (HMSO) di Inggris atas nama Central Communications and Telecommunications Agency (CCTA) dan kemudian CCTA dimasukan dalam Office of Government Commerce (OGC). Perusahaan yang menerapkan ITIL pada awalnya terbatas hanya didaerah Inggris dan Belanda.

MANAJEMEN LAYANAN IT MENURUT ITIL

1.      Service Strategy (Strategi Layanan)

2.      Service Design (Desain Layanan)

3.      Service Transition (Transisi Layanan)

4.      Service Operation (Operasional Layanan)

5.      Continual Service Improvement (Peningkatan Layanan Berkelanjutan)

Berikut masing-masing penjelasan dan proses iterasinya :
1.      Service Strategy
Service Strategy Merupakan iterasi pertama dalam siklus layanan ITIL, pada tahap service strategy dibuat perencanaan terhadap layanan. Proses-proses yang dilakukan pada iterasi service strategy sebagai berikut:
·         Manajemen Strategi bagi Layanan TI
Tujuan dari proses ini adalah membangun strategi bagi layanan TI yang akan dikembangkan meliputi penawaran penyediaan layanan, kemampuan dan potensi perkembangan layanan TI. Proses ini juga bertanggung jawab guna memastikan pelaksanaan strategi. 
·         Manajemen Portofolio Layanan (Service Portofolio Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola portofolio layanan, memastikan layanan yang dibangaun sesuai dengan kebutuhan bisnis dan investasi layanan.
·         Manajemen Permintaan / Kebutuhan
Tujuan dari proses ini adalah melakukan identifikasi terhadap permintaan dan kebutuhan layanan serta menentukan kapasitas layanan untuk memenuhi permintaan.
·         Manajemen Keuangan bagi Layanan TI
Tujuan dari proses ini adalah untuk mengelola finansial penyedia layanan, mengelola proses akutansi dan keuntungan layanan.
·         Manajemen Hubungan Bisnis
Tujuan dari proses ini adalah untuk membangun hubungan positif dengan pelanggan dan mengidentifikasi kebutuhan pelanggan yang potensial sehingga dapat menyediakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

2.      Service Design
Service Design merupakan iterasi setelah layanan yang akan di bangun didefinisikan, pada tahap ini dirancang kebijakan keamanan dari layanan yang akan dikembangkan, membuat katalog layanan, mengembangkan service level agreement (SLA) layanan dengan para calon pengguna layanan dan stakeholder. Proses-proses yang dilakukan pada iterasi service strategy sebagai berikut:
·         Koordinasi desain
Tujuan dari proses ini adalah mengkordinasikan desain layanan, proses dan sumber daya, konsistensi dan efektifitas layanan, sistem informasi manajemen layanan, arsitektur, teknologi dan matrik layanan.
·         Manajemen Katalog Layanan (Service Catalogue Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola katalog layanan TI yang berisi informasi akurat terkait semua operasional layanan seperti rincian dan status layanan TI.
·         Manajemen Tingkatan Layanan (Service Level Management)
Tujuan dari proses ini adalah mendiskusikan service level management (SLM) dengan pelanggan dan pengguna layanan serta merancang layanan yang sesuai dengan tingkat (level) layanan yang disepakati bersama.
·         Manajemen Resiko (Risk Management)
Tujuan dari proses ini adalah melakukan identifikasi, menilai dan mengendalikan risiko. Hal ini mencakup analisa nilai aset bagi bisnis, mengidentifikasi ancaman terhadap aset, dan mengevaluasi seberapa rentan setiap aset dengan ancaman yang teridentifikasi.
·         Manajemen Kapasitas (Capacity Management)
Tujuan dari proses ini adalah memastikan bahwa kapasitas layanan dan infrastruktur TI mampu mencapai target layanan sesuai SLA dengan biaya yang efektif dan tepat waktu.
·         Manajemen Ketersediaan (Availability Management)
Tujuan dari proses ini adalah menentukan, menganalisa, merencanakan, mengukur dan meningkatkan semua aspek ketersediaan layanan TI sesuai dengan target yang telah disepakati.
·         Manajemen Keamanan Informasi (Inform. Security Management
Tujuan dari proses ini adalah menjaga kerahasiaan, integritas, ketersediaan data, menjaga data dan informasi layanan organisasi.
·         Manajemen kepatuhan (Compliance Management)
Tujuan dari proses ini adalah memastikan layanan TI, proses dan sistem yang berjalan seesuai dengan kebijakan organisasi dan persyaratan hukum yang berlaku.
·         Manajemen Arsitektur (Architecture Management)
Tujuan dari proses ini adalah menentukan cetak biru (blue print) dari pengembangan layanan dimasa depan, dengan mempertimbangkan strategi layanan dan teknologi dimasa depan.
·         Manajemen Pemasok (Supplier Management)
Tujuan dari proses ini adalah memastikan semua kontrak dengan pemasok (supplier) memegang komitmen dan mendukung kebutuhan bisnis.

3.      Service Operation
Service operation merupakan tahap implementasi dari layanan TI yang telah dikembangkan, membuat perangkat dokumen yang mengatur regulasi layanan seperti Standard Operating Procedure (SOP) dan manual/petunjuk pemakaian layanan TI kepada pengguna layanan. Proses-proses yang dilakukan pada iterasi service operation sebagai berikut:
·         Manajemen Event (Event Management)
Tujuan dari proses ini adalah memastikan Configurasi item (CI) yang ada terpantau dan menyaring kategori event untuk memutuskan tindakan yang tepat.
·         Manajemen Insiden (Incident Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola semua siklus insiden guna mengembalikan layanan TI kepada pelanggan secepat mungkin jika insiden terjadi.
·         Pemenuhan Permintaan (Request Fulfilment)
Tujuan dari proses ini adalah memenuhi permintaan pelanggan pada layanan TI, seperti perubahan password atau permintaan informasi.
·         Manajemen Akses (Access Management)
Tujuan dari proses ini adalah memberikan hak kepada pengguna yang berwenang dan mencegah akses dari pengguna yang tidak terotorisasi. Manajemen akses erat kaitannya dengan keamanan informasi.
·         Manajemen Masalah (Problem Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola semua siklus masalah yang terjadi pada layanan TI. Manajemen masalah bertugas untuk mencegah terjadinya insiden dan meminimalkan dampak dari insiden.
·         Pengendalian Operasi TI (TI Operations Control)
Tujuan dari proses ini adalah memantau dan mengontrol layanan TI beserta infrastrukturnya. Proses ini bertanggung jawab pada pengendalian tugas-tugas rutin dari pengelolaan layanan TI.
·         Manajemen Fasilitas (Facilities Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola lingkungan fisik dari infrasturkur TI yang berjalan.
·         Manajemen Aplikasi (Application Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola siklus hidup aplikasi layanan TI yang berjalan.
·         Manajemen Teknis (Technical Management)
Tujuan dari proses ini adalah menyediakan ahli teknis untuk mendukung pengelolaan infrastruktur TI.

4.      Service transition 
Service transition merupakan iterasi yang dilakukan untuk menyesuaikan layanan TI yang akan dikembangkan dengan layanan TI yang telah berjalan di organisasi, melakukan review dan pengecekan terhadap layanan TI yang akan dijalankan. Proses pengecekan dilakukan guna melihat kelemahan atau kekurangan yang muncul untuk diubah kembali sebelum diimplementasikan. Proses-proses yang dilakukan pada iterasi service transition sebagai berikut:
·         Manajemen Perubahan (Change Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengontrol semua perubahan pada layanan dan memastikan perubahan yang dibuat menguntungkan dengan ganguan yang minimal untuk layanan TI.
·         Evaluasi Perubahan (Change Evaluation)
Tujuan dari proses ini adalah melakukan pengenalan pada layanan baru, ataupun memperkenalkan perubahan baru pada layanan yang telah berjalan.
·         Manajemen Proyek (Project Management )
Tujuan dari proses ini adalah merencanakan dan melakukan koordinasi sumber daya untuk merilis proyek sesuai dengan waktu, prediksi biaya dan perkiraan kualitas.
·         Pengembangan Aplikasi (Application Development)
Tujuan dari proses ini adalah membuat aplikasi untuk layanan dan fungsionalitas sistem yang dibutuhkan oleh layanan TI.
·         Manajemen Release dan Deployment
Tujuan dari proses ini adalah merencanakan, menjadwalkan dan mengendalikan proses rilis layanan dengan menguji pada siklus layanan. Tujuannya adalah untuk memastikan integritas layanan tetap terjaga.
·         Validasi & Pengujian Layanan (Service Validation & Testing)
Tujuan dari proses ini adalah memastikan layanan yang diberikan memenuhi harapan pelanggan sesuai target level yang disepakati dan memastikan bahwa oprasional TI mampu mendukung layanan tersebut.
·         Manajemen Asset dan Konfigurasi Layanan
Tujuan dari proses ini adalah menjaga hubungan konfigurasi dan asset yang dibutuhkan layanan TI
·         Manajemen pengetahuan  (Knowladge Management)Tujuan dari proses ini adalah mengumpulkan, menganalisa, menyimpan dan berbagi pengetahuan dan informasi organisasi yang terkait dengan layanan TI. Tujuan dari proses ini adalah untuk meningkatkan efisiensi.


5.      Continual service improvement
Continual service improvement (CSI) merupakan bagian akhir dari iterasi siklus hidup layanan ITIL, pada iterasi ini dilakukan evaluasi terhadap layanan TI yang telah berjalan. CSI bertujuan untuk mempersiapkan rencana peningkatan terhadap layanan TI, agar mampu berjalan berkelanjutan. Proses-proses yang dilakukan pada iterasi continual service improvement sebagai berikut:
·         Review Layanan (Service Review)
Tujuan dari proses ini adalah meninjau layanan TI dan infrastruktur secara teratur. Review berguna untuk meningkatkan kualitas layanan dan mengidentifikasi cara ekonomis dalam menyediakan layanan TI.
·         Evaluasi Proses (Process Evaluation)
Tujuan dari proses ini adalah mengevaluasi proses secara teratur, melakukan identifikasi titik-titik improvement untuk meningkatkan kualitas layanan.
·         Definisi Upaya CSI (Definition of CSI Initiatives)
Tujuan dari proses ini adalah menentukan upaya spesifik yang berguna untuk meningkatkan proses dan layanan TI baik secara internal ataupun external.
·         Memantau Upaya CSI (Monitoring of CSI initiatives)
Tujuan dari proses ini adalah memeriksa / memastikan upaya yang dilakukan berjalan sesuai rencana, dan dilakukan tindakan korektif jika dianggap perlu.

Friday, November 17, 2017

Definisi dan Contoh Abstrack Class, Concrete dan Interface

Tugas PBO 2017, Teknik Informatika UTM

Definisi 

Abstract Classs ;
- Tidak dapat digunakan untuk membentuk objek
- Dapat memiliki method abstrak
- Digunakan sebagai base class untuk membentuk class konkrit (concrete class)
- Dibentuk dengan menggunakan kata kunci abstract pada saat definisi class
- Abstract class yaitu sebuah class setengah jadi (abstrak) yang memuat/memiliki method dan atrribut.
- Abstract class sebenarnya adalah sebuah class, sehingga memiliki semua sifat dari class biasa (punya konstruktor).
- Abstract class akan selalu menjadi superclass / hirarki tertinggi dari subclass-subclass-nya.
- Abstract class mempunyai setidaknya satu abstract method.
- Bila subclass method abstract tidak mengimplementasikan isi semua method maka subclass tersebut harus dideklarasikan abstract.

Concrete Class ;
- Mendefinisikan class yang nyata
- Dapat membentuk atau instansiasi object
- Object hanya bisa dibuat dari non-abstract class (concrete class)
- Dapat menurunkan implementasi dari super class
- Dapat sebagai base class pada hierarchical relationship dan membutuhkan class lain untuk mewarisinya

Interface ;
- Interface berbeda dengan class.
- Interface berisi method kosong dan konstanta.
- Method dalam interface tidak mempunyai statement.
- Sehingga deklarasi method dalam interface sama dengan deklarasi abstract method pada abstract class.


Contoh Program Abstract dan Concrete
Ø  Langkah pertama kita akan buat Class MakhlukHidup.java

public abstract class MakhlukHidup {
  
   public abstract void berdiri();
  
   public void oksigen() {
               System.out.println("- Butuh Oksigen");
               System.out.println("- Butuh Makan");
               System.out.println("- Butuh Minum");
   }

}

Ø  Selanjutnya buat Class Manusia.java dan extends ke MakhlukHidup.java

public class Manusia extends MakhlukHidup{
   private String duaKaki;
   public Manusia(String duaKaki) {
               this.duaKaki = duaKaki;
   }
   public void berdiri() {
               System.out.println("Manusia Berdiri menggunakan : " + duaKaki);
              
   }

}

Ø  Buat Class Hewan.java dan extends ke MakhlukHidup.java

public class Hewan extends MakhlukHidup{
   private String kakiEmpat, kakiDua;
   public Hewan (String kakiEmpat, String kakiDua) {
               this.kakiEmpat = kakiEmpat;
               this.kakiDua = kakiDua;
   }
  
   public void berdiri() {
               System.out.println("Sapi Berdiri menggunakan : " + kakiEmpat);
               System.out.println("Pinguin Berdiri menggunakan : " + kakiDua);
              
   }
              
}

Ø  Buat lagi Class Tumbuhan.java dan extends ke MakhlukHidup.java

public class Tumbuhan extends MakhlukHidup{
   private String Akar;
   public Tumbuhan (String Akar) {
               this.Akar = Akar;
   }
   public void berdiri() {
               System.out.println("Tumbuhan Berdiri menggunakan : " + Akar);
              
   }

}

Ø  Yang terakhir buat Class MainMakhlukHidup.java sebagai method mainnya

public class MainMakhlukHidup {
   public void cekMakhlukHidup (MakhlukHidup mHidup) {
               mHidup.berdiri();
               mHidup.oksigen();
   }
  

   public static void main(String[] args) {
               MainMakhlukHidup tMakhlukHidup = new MainMakhlukHidup();
              
               tMakhlukHidup.cekMakhlukHidup(new Manusia("Dua Kaki"));
              
               System.out.println("_____________________________________________");
               tMakhlukHidup.cekMakhlukHidup(new Hewan ("Empat Kaki", "Dua Kaki"));
              
               System.out.println("_____________________________________________");
               tMakhlukHidup.cekMakhlukHidup(new Tumbuhan("Akar"));

   }


}

Hasil Run Program



Contoh Program Interface

Ø  Langkah Pertama Buat Interface Name.java

public interface Name {
   public void setNama(String Nama);
   public String getNama();
   public void setNim(String nim);
   public String getNim();

}
Ø  Membuat class Name1.java implements ke interface Name.java

public class Name1 implements Name{
   private String nama, nim;
  
   public void setNama(String nama) {
                   this.nama = nama;
                  
   }
  
   public String getNama() {
                   return nama;
   }
  
   public void setNim(String nim) {
                   this.nim = nim;
   }
  
   public String getNim() {
                   return nim;
   }

}

Ø  Membuat class Name2.java   implements ke Name.java

public class Name2 implements Name{
private String nama, nim;

   public void setNama(String nama) {
                   this.nama = nama;
                  
   }
  
   public String getNama() {
                   return nama;
   }
  
   public void setNim(String nim) {
                   this.nim = nim;
   }
  
   public String getNim() {
                   return nim;
   }

}

Ø  Membuat MainInterface.java

public class MainInterface {

   public static void main(String[] args) {
                   Name1 n1 = new Name1();
                   n1.setNama("Rosi");
                   n1.setNim("160411100042");
                  
                   Name2 n2 = new Name2();
                   n2.setNama("Kagura");
                   n2.setNim("160411100152");
                  
                   System.out.println(n1.getNama());
                   System.out.println(n1.getNim());
                  
                   System.out.println("________________________________");
                  
                   System.out.println(n2.getNama());
                   System.out.println(n2.getNim());
                  

   }

}


Hasil Run Program

Kapan menggunakannya ?

Menggunakan interface untuk mendefinisikan method standart yang sama dalam class – class yang berbeda sekali kita telah membuat kumpulan definisi method standar (abstrak), kita dapat menulis method tunggal (spesifik) untuk memanipulasi semua class – class yang mengimplementasikan interface tersebut.


Gunakan class abstract untuk mendefinisikan secara luas sifat – sifat dari class tertinggi dari hirarki OOP, dan gunakan sebclassnya (turunannya / child class) untuk melengkapi deskripsi method dari class abstract. 

Friday, November 10, 2017

Definisi dan Implementasi Overloading Method dan Overriding Method pada Java

Nama : Fahrur Rosi

NIM : 160411100042

MataKuliah : Pemrograman Berbasis Dekstop D

Overloading
Overloading Method adalah sebuah Function yang memperbolehkan sebuah class mempunyai 2 atau lebih method dengan nama yang sama, dengan syarat parameternya harus berbeda.

Pada method overloading perbedaan parameter mencakup :

1. Banyak parameter
2. Tipe data parameter
3. Urutan tipe data dari parameter

Method Overloading juga dikenal dengan sebutan Static Polymorphism.

Berikut ini contoh Class yang melakukan Overloading:

package javafx;

public class ContohOverloading {
public void jumlah (int a, int b){
System.out.println("Jumlah 2 angka ="+ (a + b));
}
//oveloading perbedaan jumlah parameter
public void jumlah (int a, int b, int c){
System.out.println("Jumlah 3 angka =" + (a + b + c));
}
//overloading perbedaan tipe data parameter
public void jumlah (double a, int b){
System.out.println("Jumlah 2 angka (double+int) = "+ (a + b));
}
//overloading perbedaan urutan tipe data parameter
public void jumlah (int b, double a){
System.out.println("Jumlah 2 angka (int+double) = "+ (a + b));
}
}

Class Utamanya :

package javafx;

public class PenggunaanOverloading {
    public static void main(String[] args) {
        ContohOverloading co  = new ContohOverloading();       
        co.jumlah(50,20);
        co.jumlah(40,20,21);
        co.jumlah(45.20,10);
        co.jumlah(90,33.28);
    }
}


Tampilan Run dan Screnshoot Program :




Overriding
Overriding Method yaitu sebuah function yang bisa menggunakan nama method sama , isi / Body method berbeda , dan Biasanya berbeda kelas ,interface dan implement.

Aturan dari method overriding pada Java :

1. Parameter yang terdapat pada method overriding di subclass harus sama dengan parameter yang terdapat pada parent class.
2. Aturan hak akses, hak akses method overriding di subclass tidak BOLEH lebih ketat di bandingkan dengan hak akses method pada parent class.

Berikut ini contoh overriding :
package javafx;

public class Binatang {
    public void begerak(){
        System.out.println("Binatang bergerak sesuai kemampuannya");
    }
    public void berkembangBiak(){
        System.out.println("Binatang berkembang biak sesuai kemampuannya");
    }

}

package javafx;

public class Mamalia extends Binatang {
    //overriding method parent class
    public void begerak(){
        System.out.println("Mamalia bergerak sebagian besar dengan kakinya");
    }   
    public void berlari(){
        System.out.println("Sebagian Mamalia dapat berlari");
    }
}

Class Utamanya :
package javafx;

public class PenggunaanOverriding {
    public static void main(String[] args) {
        // TODO Auto-generated method stub
        Binatang b = new Binatang();
        Mamalia m = new Mamalia();
        Binatang bm = new Mamalia();
       
        b.begerak();
        m.begerak();
        bm.begerak();
        bm.berkembangBiak();
    }
}

Diatas Terdapat 3 class yang masing masing saling berhubungan, dan program utamanya yaitu “PenggunaanOverriding”

Dibawah ini adalah Hasil Running dan Scereenshootnya :




Sekian Penjelasan saya Mengenai Overloading Method dan Overriding Method , Semoga bermanfaat bagi kalian semua para pembaca. Materi ini saya dapatkan dari kumpulan sumber yang ada , dan saya rangkum. Tulisan ini juga saya buat untuk memenuhi tugas Pemrograman Berbasis Dekstop .

Monday, September 29, 2014

Administrasi Server

Tugas Administrasi Server
Karya : Fahrur Rosi
     SOAL :
1.      Apa saja tahap-tahap proses yang harus dilakukan oleh admin 
      Server jika terjadi serangan pada server?

2.     Bagaimana prosedur untuk melakukan backup, restore dan update 
      pada server?

3.     Bagaimana prosedur untuk mencatat log perubahan pada server?


JAWABAN :
1.  - Admin server harus memiliki backup data terlebih dahulu - Jika terjadi serangan, periksa celah yg ada pada firewall bila serangan
  berlanjut, disarankan menutup semua port untuk sementara.

2.     Jika kita menggunakan sebuah software, Maka kita hanya memerintahkan kepada software tersebut perintah apa yang kita ingin lakukan . setelah perintah sudah di lakakukan maka software secara otomatis akan menjalankan perintahnya dan kita hanya menunggu proses selesai.

3.  Jika menggunakan Log trigger atau History Trigger :
      Pada software ini, sebuah mekanisme otomatis untuk mencatat perubahan data sebuah tabel karena proses insert, update, atau delete dengan menggunakan fungsi trigger pada database
Powered by Blogger.